Momoeat — hitung modal, margin, & titik impas per porsi
Masukkan harga belanja apa adanya (per kemasan besar), lalu isi berapa banyak isinya. Harga per gram/ml/pcs dihitung otomatis. Angka di bawah ini masih contoh — ganti dengan harga belanjamu.
Susun takaran tiap menu. Qty memakai satuan bahannya (gram / ml / pcs). Isi juga perkiraan berapa porsi terjual per bulan — dipakai untuk membagi biaya tetap dan menghitung untung bulanan.
Harga tiap menu langsung disusun supaya sisa segitu bersih di tanganmu — bahan, kemasan, sewa, gaji, dan listrik sudah ikut dipotong.
Isi 65% berarti tiap Rp10.000 penjualan, Rp6.500 jadi untung kotor. Belum dipotong sewa & gaji.
Susut = adonan sisa, kulit sobek, produk gagal. Food cost cuma sisi lain dari untung persen (100% − untung) — dipakai kalau kamu terbiasa istilah itu.
Biaya yang tetap keluar tiap bulan walau tidak ada yang beli. Ini bukan bagian HPP bahan, tapi wajib ikut dihitung kalau mau tahu untung bersih dan titik impas.
Simpan catatan di servermu sendiri supaya dua HP melihat angka yang sama.
Ketuk + tiap kali satu porsi terjual. Dari catatan asli ini, keuntungan sebulanmu dihitung — bukan lagi dari tebakan.
Untung kotor di tiap menu belum dipotong sewa & gaji; potongannya dilakukan sekali di ringkasan bawah, supaya tidak terhitung dua kali.
↔ Geser tabel ke kiri untuk melihat kolom Untung, Food cost, & Saran harga.
HPP bahan = bahan + kemasan + susut (biaya yang hanya keluar kalau ada yang beli). HPP total = HPP bahan + overhead per porsi. Food cost = HPP bahan ÷ harga jual — patokan cepat kesehatan resep.
Batas termurah dihitung otomatis dari modalmu — itu harga paling rendah yang masih menutup semua biaya, termasuk jatah sewa dan gaji. Boleh memberi diskon sampai angka itu; di bawahnya kamu mulai nombok. Tidak perlu diisi manual, ikut berubah sendiri kalau harga bahanmu berubah.